Salah Satu Stadion Penyelenggara Piala Dunia 2014 Ternyata Belum Rampung

Semenjak terpilihnya Brasil menjadi Tuan Rumah Piala Dunia 2014. Brasil pun mulai mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk Stadion. Brasil melakukan pembenahan beberapa stadion dan mendirikan beberapa stadion baru. Tercatat Brasil mendirikan sebanyak 7 Stadion baru.

Salah satu Stadion baru tersebut adalah The Arena Pantanal. Proses pengerjaan stadion Pantanal sebenarnya ditargetkan kelar di bulan Desember 2013. Namun ternyata hingga kini stadion yang akan menggelar 4 partai Piala Dunia ini masih belum rampung juga.

Awalnya stadion ini dijanjikan akan usai pengerjaannya pada Desember 2013 lalu. Kemudian mengalami kemunduran deadline menjadi bulan April. Namun pernyataan terbaru dari pejabat setempat menyatakan stadion ini akan mengalami kemunduran masa pengerjaan hingga bulan mei mendatang.

Silval Barbosa, Gubernur Negara Bagian Mato Grosso, menyatakan pembangunan stadion The Arena Pantanal baru selesai pada Mei mendatang. Ia mengatakan jika keterlambatan penyelesain stadion The Arena Pantanal disebabkan oleh pihak konstruksi. Namun dirinya berjanji jika pembangunan stadion The Arena Pantanal akan selesai paling lambat 5 minggu sebelum gelaran Piala Dunia dimulai, sesuai dengan deadline yang diberikan FIFA.

Sementara pihak konstruksi meyakinkan sang gubernur, jika pembangunan stadion akan rampung pada akhir bulan ini. Sang gubernur pun memberikan tenggat waktu hingga 6 mei mendatang jika masih terjadi hambatan dalam proses perampungan stadion.

Stadion The Arena Pantanal memiliki kapasitas maksimum mencapai 42.968 kursi. Satdion ini rencananya akan digunakan untuk menggelar 4 pertandingan di babak penyisihan grup Piala Dunia 2014. Stadion yang letaknya berdekatan dengan negara Bolivia ini akang menggelar laga Chile vs Australia, Russia vs South Korea, Nigeria vs Bosnia & Herzegovina serta yang terakhir Japan vs Colombia. Kita doakan saja semoga Stadion The Arena Pantanal ini selesai tepat waktu.

Rivaldo dan Rivaldinho – Ayah dan Anak Bermain Bersama Dalam Satu Tim

Rivaldo dan Rivaldinho - Ayah dan Anak Bermain Bersama Dalam Satu Tim

Anda tentu masih ingat dengan salah satu pahlawan yang mengantarkan Brasil menjadi juara Piala Dunia 2002 di Korea Selatan Lalu. Pemain ini memiliki ciri khas tendangan kaki kirinya yang akurat. Ia pun menjadi tandem Ronaldo di lini depan. Iya, ia adalah Rivaldo VĂ­tor Borba Ferreira, atau yang dikenal RIvaldo.

Ia merupakan salah satu pemain terbaik Brasil di era 90-an. Pemain jangkung bernomor punggung 10 ini menjadi pengatur serangan Brasil pada dua edisi Piala Dunia, yakni Piala Dunia 1998 dan 2002.

Tak banyak yang mengetahui kelanjutan tentang salah satu punggawa Brasil ini. sebagian orang mungkin akan berpikir jika ia sudah gantung sepatu. Namun pada kenyataannya ia masih bermain hingga kini untuk sebuah klub Serie C Brasil yang bernama Mogi Mirim Esporte Clube.

Di klub tersebut ia pun merangkap jabatan sebagai Chairman. Yang menarik lagi, ternyata anaknya, Rivaldinho yang masih berusia 18 tahun juga bermain di klub ini. Sebuah kombinasi yang menarik antara seorang ayah dan anak bermain dalam satu tim yang sama.

Di usianya yang sudah memasuki 41 tahun, Rivaldo ternyata masih menyimpan banyak tenaga. Ini terbukti dalam laga Campeonato Paulista antara Mogi Mirim kontra XV de Piracicaba, pasangan ayah anak ini mengukir sejarah dengan pertam kalinya bermain bersama dalam satu pertandingan. Rivaldinho turun sebagai pemain utama, sedang Rivaldo masuk di awal babak kedua.

“Saya berterima kasih kepada Tuhan atas hari istimewa ini, saat saya bisa bermain bersama anak saya Rivaldinho di laga resmi. Pertandingan ini berakhir imbang 1-1, namun hasil ini akan selalu diingat sepanjang sejarah. Terima kasih Tuhan atas segala yang sudah Kau berikan.” komentar Rivaldo dalam sebuah foto yang dipajangnya di Instagram.

Kini Rivaldo pun menaruh harapan yang besar untuk anaknya, agar mampu mengikuti jejaknya bermain di eropa dan menjadi salah satu pemain terbaik dunia.

Puyol Umumkan Segera Pensiun

Puyol Umumkan Segera Pensiun

Pemain belakang yang menjadi pilar utama lini pertahanan Barcelona, Charles Puyol akan bersiap-siap untuk segera mengakhiri masa produktifnya sebagai pemain bola. Ia mengungkapkan keinginannya untuk mundur dari klub yang telah membesarkan namanya tersebut.

Charles Puyol yang sering dilanda serangkaian cedera nampaknya merasa sedikit frustasi. Cedra yang ia alami seakan tiada habisnya. Hal ini pula yang mnyebabkan ia menyerah dengan kondisinya itu. Ia menyatakan akan mundur dari Barcelona ketika kompetisi musim ini berakhir. Sejatinya Puyol masih mempunyai kontak dengan Barcelona hingga bulan Juni tahun 2016 mendatang.

Ia mengaku jika kondisi fisiknya kini tidak sekuat dulu. Sejak menderita cedera lutut pada 2011 lalu, ia tidak pernak merasa fit 100 persen. Ia menjadi langganan meja operasi untuk menyembuhkan cedera yang dialaminya. Namun pasca rangkaian operasi, ia mengaku kondisinya semakin menurun dengan drastis.

Pada sesi konfrensi pers lalu, ia mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan klub yang memiliki julukan “L’equip blaugrana” pada akhir musim ini. Ia menambahkan jika pasca dua kali operasi lutut, ia tidak bisa lagi bermain seperti yang ia inginkan.

Meskipun sudah memutuskan untuk mundur dari klub pada akhir musim ini, ia belum mempunyai rencana untuk masa depannya. Ia belum memikirkan apa yang akan ia lakukan pada masa mendatang. Ia mengaku jika dirinya membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memikirkan rencana masa depannya.

Dalam kurun 15 tahun ia memperkuat Barcelona, Puyol telah mencatat torehan yang cukup fantastis untuk ukuran seorang pemain belakang. Ia mencatat 593 pertandingan dan 18 gol di semua ajang. Ia pun ikut andil besar mempersembahkan 6 gelar juara La Liga, 2 gelar juara Copa Del Ray, 3 gelar juara Liga Champions, dan 2 Piala Dunia antra klub. Ditambah lagi di level timnas Spanyol, ia berhasil mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia.

Rekor Baru Cristiano Ronaldo Usai Menggasak Schalke

Rekor Baru Cristiano Ronaldo Usai Menggasak Schalke

Pemain terbaik dunia 2013, Cristiano Ronaldo mengukir rekor baru dalam kancah Liga Champions dengan berpredikat sebagai pemain pertama dalam sejarah Liga Champions yang mampu mencetak 10 gol lebih dalam 3 musim beruntun.

Rekor barunya tersebut ia ukir saat laga menghadapi Schalke dalam ajang lanjutan Liga champions. Cristiano Ronaldo menyumbang dua gol untuk mengantarkan tim nya, Real Madrid membawa pulang tiga poin penuh saat bertandang ke Veltins-Arena, markas Schalke.

Dua gol winger flamboyan portugal tersebut diciptakan pada menit ke-52 pada sebelum melesakkan gol kedua di menit 89 untuk membantu Los Merengues menang telak 6-1 pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Pakar statistik Spanyol Mister Chip, menyatakan bahwa torehan dua gol Cristiano Ronaldo tersebut mengantarkannya sebagai top skor sementara liga Champion musim ini dengan torehan 11 gol. Masih unggul satu gol atas pemain andalan Paris Saint Germain, Zlatan Ibrahimovic yang telah mengemas 10 gol.

Disamping itu dengan tambahan dua gol nya tersebut, Cristiano Ronaldo mencatatkan namnya dalam tiga besar top skor sepanjang masa Liga Champions dengan mengemas total 61 gol di bawah Raul Gonzales denga torehan 71 gol dan Lionel Messi dengan torehan 66 gol.

Dalam ajang lanjutan partai 16 besar tersebut, terdapat fakta unik lainnya. Yakni keunikan dari tiga pemain andalan Real Madrid yang dijuluki Trio BBC (Bale-Benzema-Christiano). Ketiga sama-sama mengemas 2 gol dalam laga tersebut. Selain mereka sama-sama mencetak dua gol, yang unik lainnya adalah ketiga pemain tersebut adalah nomer punggung yang berselisih angka dua. Ronaldo dengan nomer punggung 7, Benzema 9 dan Bale bernomor punggung 11. Tahun kelahiran ketiga pemain utama Real Madrid tersebut pun memiliki selisih dua angka. Ronaldo kelahiran 1985, Benzema kelahiran 1987 dan Bale kelahiran 1989.

PSSI Siap Benahi Sepakbola Wanita Indonesia

PSSI Siap Benahi Sepakbola Wanita Indonesia

Indonesia kini mulai berbenah dengan sepakbola nya. Ini kini mulai menapaki jejak prestasi. Prolog tersebut mungkin cocok untuk menggambarkan kondisi sepakbola Indonesia saat ini. Sepakbola Indonesia yang tertinggal jauh dari negara-negara lain kini mulai bangkit dan berbenah. Salah satu yang menjadi sasaran pembenahannya adalah sepakbola wanita di tanah air.

Sepakbola Wanita Indonesia yang lama tertidur, kina akan kembali dibangun. PSSI bersiap untuk membuat sepakbola wanita Indonesia menjadi bergairah kembali. Wacana ini akan menjadi bahasan utama bersama AFC dan Federasi Sepakbola Australia dalam pertemuan 28 Maret nanti di Medan.

Sepakbola wanita Indonesia sangat tertinggal jauh dari negara-negara lain. Bahkan untuk kawasan Asia Tenggara saja Indonesisa masih tertingal jauh dari sepakbola wanita Thailand dan Vietnam. Negara-negara seperti Thailand dan Vietnam sangat serius dalam pembinaan sepakbolanya dalam kurun satu dekadu terhkhir. Lihat saja Vietnam, kini ia menjadi salah satu raksasa sepakbola di asia Tenggara bersama Thailand. sebuah kemajuan yang pesat ditunjukkan oleh persepakbolaan Vietnam.

Dalam pertemuan di Medan nanti, akan membahas tentang sepakbola wanita dan akan disertai dengan workshop. Sepakbola wanita sejatinya sudah masuk ke dalam rencana strategis PSSI. PSSI rencananya akan menggelar turnamen sepakbola wanita nasional Agustus mendatang.

Turnamen tersebut akan diikuti oleh tujuh provinsi yang sepakbola wanitanya dikenal cukup bagus seperti Papua, Jawa Timur, Yogyakarta, Bangka, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.

Tentunya wacana tersebut masih akan terus dibahas secara matang dan bertahap oleh PSSI. Butuh waktu untuk membentuk tim sepakbola wanita Indonesia. Disampin itu juga terdapat beberpa kendala yang menyebabkan sepakbola wanita di Indonesia susah berkembang. Sepakbola wanita dipandang sebelah mata oleh beberapa kalangan. Belum lagi terbentur dengan adat dan budaya pada suatu daerah, karena masih ada yang berpandangan wanita belum cocok untuk menggeluti olahraga sepak bola.

Terlepas dari hal tersebut PSSI tetap akan membenahi semua lini sepakbolanya, termasuk geliat sepakbola wanita di tanah air. Kita doakan saja!

Penyanyi Indonesia Bawakan Lagu Resmi Piala Dunia

Indonesia memang tak tampil di ajang Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun Indonesia boleh berbangga karena lagu resmi Piala Dunia akan dibawakan resmi oleh Millane Fernandez.

Millane Fernandez adalah artis sekaligus penyanyi Indonesia yang merupakan adik kandung dari artis Nino Fernandez. Dara cantik kelahiran Jakarta pada tahun 1986 dipercaya membawakan Lagu Resmi Piala Dunia, yang berjudul “The World Is Ours”.

Sejatinya lagu The World Is Ours dinyanyikan oleh David Correy, seorang penyanyi Amerika Serikat yang memiliki darah Brasil. Correy terpilih sebagai pengisi vokal lagu bersama dengan grup perkusi Brazil, Monobloco, yang terkenal dengan musik khas Brasilnya yang kental.

Lagu The World is Ours diadaptasi oleh sejumlah negara di dunia, dengan aransemen yang berbeda, dikolaborasikan dengan instrumen tradisional atau penyanyi dari masing-masing negara sebagai identitas negara tersebut dalam mendukung dan merasakan semangat Piala Dunia 2014 di Brazil termasuk Indonesia.

Untuk versi Indonesianya, lagu ini akan direkam ulang dan dinyanyikan oleh Millane Fernandez. Lagu ini pun mendapat tambahan instrumen tradisional Indonesia. Lagu yang berjudul The World Is Ours dirubah judulnya menjadi Dunia Kita. Ini menyesuaikan dengan negara masing-masing.

Dalam lagu tersebut juga ditambahakan nuansa khas Indonesia seperti angklung, serta gerakan tari tradisional khas Indonesia.

Millane Fernadez mengatakan dirinya merasa sangat berbahagia bisa terlibat di event besar seperti Piala Dunia. Ia merasa bangga bisa menjadi bagian dari sebuah ajang internasional yang paling ditunggu-tunggu tahun ini yakni Piala Dunia.

Millane pun mengaku jika ia merupakan seorang penggemar bola dan tidak pernah melewatkan edisi Piala Dunia sebelumnya. Millane sendiri dijadwalkan akan berduet dengan David Correy pada bulan Maret mendatang saat berkunjung ke Jakarta.

Pemain-Pemain Yang Ahli Diving

Pemain-Pemain Yang Ahli Diving

Diving merupakan salah satu usaha menjatuhkan diri dengan sengaja yang bertujuan untuk mengelabui wasit, sehingga mendapat hadiah penalti maupun pelanggaran.
Dalam lapangan hijau sendiri, terdapat beberapa pemain yang ahli melakukan diving. Aksi diving ini merupakan aksi yang mencederai sportivitasa dan fairplay dalam pertandingan sepakbola. Wasitpun mempunyai hak untuk memberikan sanksi berupa kartu kepada pemain yang ketahuan melaukan diving. Nah, siapa saja pemain yang terkenal sebagai ahli diving? Berikut ulasannya.

1. Sergio Busquets (Barcelona)

Salah satu aksi divinganya yang fenomenal adalah ketika laga menghadapi Inter Milan dalam leg semifinal Liga Champions. Ia yang kala itu terlibat adu badan dengan gelandang Inter Milan, Thiago Motta, tiba-tiba ia berpura-pura diiringin ringisan kesakita sembari menutup wajahnya.

Alhasilpun Motta mendapat hukuman diusir wasit. Yang lebih menyesakkan lagi, Busquets tertangkap kamera mengintip dari sela tangannya saat wasit memberikan Motta kartu merah. Saat itu Inter kalah namun skuad asuhan Jose Mourinho lolos ke final dengan agregat 3-2

2. Luis Suarez (Liverpool)

Penyerang asal uruguay ini dikenal memiliki skill dan kecepatan yang membahayakan daerah pertahanan lawan. Namun ia juga dikenal dengan striker yang “mudah” jatuh. salah satu aksi nya yang terekam media yakni ketika laga menghadapi Stoke City musim 2012-13. Saat itu ia mendapat kejaran dari tiga pemain lawan, alu tiba-tiba ia terjatuh, padahal saat itu tidak ada kontak badan dari pemain yang mengejarnya.

3. Dani Alves (Barcelona)

Nampaknya Barcelon amsih memiliki satu nama lagi untuk pemain yang suka melakukan aksi diving. Dani alves, bek sayap ini kerap maju membantu lini depan. Namun ia dikenal dengan aksi divingnya yang dramatis. Ia mudah jatuh saat mendapat engawalan yang ketat disertai kontak badan. Melalui aksi divingnya itu, tak jarang Barcelona mendapat hadiah tendangan bebas dan berbuah kartu untuk pemain lawan.

4. Filippo Inzaghi (AC Milan)

Nama Filipho Inzaghi mungkin dianggap menjadi sebagai rajanya diving. Pemain satu ini erkenal dengan aksi divingna jika sudah memasuki kotak penalti. Banyak bek lawan yang sangat berhati-hati dalam mengawal pemain satu ini. Ia bisa saja terjatuh secara tiba-tiba tanpa adanya kontak badan. aksi divingnya ini seringkali berbuah hadiah penalti. Selain itu, Inzaghi juga terkenal sebagai pemain yang suka terkena Offside.

Pemain-Pemain Muda Terbaik Edisi Piala Dunia 1978-1994

Piala dunia memang menyisakan banyak kenangan manis dan pahit bagi semua yang menyaksikannya. Piala Dunia juga melahirkan pemain-pemian muda terbaik. Menyambung dari artikel sebelumnya “Pemain-Pemain Muda Terbaik Edisi Piala Dunia 1958-1974″. Berikut di bawah ini kami ulas kelanjutan daftar pemain-pemain muda terbaik dalam Piala Dunia Edisi 1978-1994

1. Antonio Cabrini (Italia) – Piala Dunia 1978 Argentina

Pada perhelatan Piala Dunia 1978 yang berlangsung di Argentina, sosok Antonio Cabrini menjadi pembincangan orang-orang. Kala itu ia dipercaya menjaga daerah pertahanan Tim Azzuri bersama empat bek senior seperti Claudio Gentile, Mauro Bellugi, dan Gaetano Scirea. Ia pun terpilih menjadi starter dalam 7 laga penting. Ia digadang-gadang menjadi penerus bek legendaris Giacinto Fachetti.

2. Manuel Amoros (Prancis) – Piala Dunia 1982

Amoros dianggap menjadi salah satu bek terbaik dunia kala itu. dalam menjaga daerah pertahan, ia bersanding dengan bek senior Prancis seperti Maxime Bossis, Gerard Janvion, dan Marius Tresor. Amoros dikenal dengan aksi penyelamatannya saat menghadapi Ceko. Kala itu ia berhasil menghalau bola di garis gawang. Seandainya saja ia tidak melakukan penyelamatan gemilang tersebut, maka prancis tidak akan pernah melaju ke babak selanjutnya.

3. Enzo Scifo (Belgia) – Piala Dunia 1986 Meksiko

Enzo Scifo adalah salah satu legenda yang dimiliki Belgia hingga kini. Pada edisi Piala Dunia 1986, ia dianggap sebagai jantung permainan Belgia kala itu. Piala Dunia 1986 merupakan masa emas untuk generasi sepak bola Belgia. Belgia pun sukses melaju ke partai semi final. Namun sayang mereka gagal melaju ke Final setelah takluk oleh dua gol Argentina yang dicetak sang legenda, Diego Maradona.

4. Robert Prosinecki (Yugoslavia) – Piala Dunia 1990 Italia

Robert Prosinecki menjadi satu-satunya pemain muda yang berhasil menembus skuad inti Yugoslavia kala itu. Ia pun bersanding s=dengan pemain-pemain bintang Yugoslavia seperti Dragan Stojkovic, Zlatko Vujovic, dan juga Srecko Katanec. Namanya mulai mencuri perhatian dunia saat mencetak gol penutup kontra Uni emirat Arab yang mengantarkan Yugoslavia menang 4 – 1.

5. Marc Overmars (Belanda) – Piala Dunia 1994 Amerika Serikat

Overmars mencuri perhatian dunia dengan pola pergerakannya di sayap yang sangat gesit. Padahal kala itu konsep winger masih sangat jarang, seorang winger kala itu harus berposisi sesuai dengan kaki dominannya. Overmars hadir bertentangan dengan konsep tersebut. Ia beroperasi di posisi kiri dengan kaki dominan adalah kaki kanan.
Ia pun mempunyai andil dalam keberhasilan Belanda melaju hingga babak perempat final, sebelum akhir harus takluk dihadapan Brasil.

Pemain-Pemain Muda Terbaik Edisi Piala dunia 1958-1974

Pemain-Pemain Muda Terbaik Edisi Piala dunia 1958-1974

Sejak tahun 2006 lalu, FIFA menambah satu kategori penghargaan baru ke dalam daftar penghargaannya. Penghargaan tersebut bernama Best Young Player Award. Ini merupakan ajang penghargaan yang diperuntukkan bagi pemain-pemain muda di bawah usi 21 tahun.

Pada awal mula diperkenalkannya, Lukas Podolski terpilih menjadi pemain terbaik kala itu. Pemilihan pemain muda terbaik ini dilakukan melalui voting atau jajak pendapat melalui internet. Sebelumnya para pemain yang masuk jajaran nominasi akan diseleksi secara ketat terlebih dahulu.

Seleksinya pun melibatkan beberapa pangamat dan ahli dengan melihat berbagai aspek yang dimiliki pemain bersankutan. Siapa saja pemain terbaik edisi Piala dunia 1958-1974? berikut ulasannya.

1. Pele – Piala Dunia 1958

Piala Dunia 1958 di Swedia menjadikan tonggak sejarah lahirnya salah satu pemain muda yang akan menjadi salah satu pemain bersejarah dalam dunia sepakbola. Ia adalah Pele. Kala itu Pele baru berusia 17 tahun. Pada awalnya ia tidak terlihat begitu mencolok pada fase penyisihan grup. Namun memasuki fase knock out, taring sejati Pele mulai muncul. GOl demi gol berhasil ia ciptakan. Pele pun akhirnya mengantarkan Brasil menjadi juara Piala Dunia 1958, Pada partai final ia pun mencetak dua gol kemenangan Brasil.

2. Florian Albert – Piala Dunia 1962

Nama Floriant Albert mencuat pada edisi Piala Dunia 1962 di Chili. Kala itu ia baru menginjak usia 20 tahun. Ia menjadi sorotan publik saat mencetak gol penentu melawan Iggris. Kemudian ketajamannya pun berlanjut saat menvetak hat-trick saat melawan Bulgaria. dengan torehan 4 golnya ia menjadi top skor kala itu bersama alentin Ivanov, Drazan Jerkovic, Garrincha, dan Leonel Sanchez.
Florian Albert sendiri memulai debutnya di timnas Hungaria saat berumur 16 tahun. Hal ini tentu membuatnya mendapatkan banyak pengalaman dalam laga internasional.

3. Franz Beckenbauer – Piala Dunia 1966

Franz Beckenbauer adalah salah satu legenda sepak bola Jerman. Pada edisi Piala Dunia 1966 di Inggris, sosok Beckenbauer muda menjelma menjadi bek yang tangguh kala itu. Ia pun membantu Jerman memenangi pertandingan perempat final melawan Uruguay dengan sumbangan satu gol nya.

4. Teofilo Cubillas – Piala Dunia 1970

Teofilo Cubillas, seorang penyerang muda yang menjadi tulang punggung timnas Peru. Pada Piala Dunia 1970 yang dihelat di Meksiko, ia mampu mencetak gol dalam setiap laga yang dimainkan. Gaya permainannya yang agresif dan atraktif membuatnya menjadi salah satu legenda sepak bola Peru hingga kini.

5. Wladyslaw Zmuda – Piala Dunia 1974

Wladyslaw Zmuda menjadi penting dibalik keberhasilan Polandia menjadi juara ketiga dalam edisi Piala Dunia 1974 yang berlangsung di Jerman. Ia pun dianggap pahlawan bersama Gregorz Lato yang menjadi top skor turnamen dengan total tujuh gol. Pemuda yang kala itu berusia 20 tahun itu awalnya tidak begitu diperhitungkan namanya. Namun ia pun seakan membuktikan anggapan orang-orang. Ia tampil mengejutkan dengan permainan apiknya di lini belakang.

Pemain-Pemain Langganan Piala Dunia

Pemain-Pemain Langganan Piala Dunia

Piala Dunia merupakan ajang yang paling diinginkan oleh setiap pemain bola untuk bisa tampil dan membela negara. Terpilih masuk ke dalam skuad yang akan dibawa ke Piala Dunia merupakan sebuah kebanggaan bagi seorang pemain.

Untuk bisa tampil dalam Piala Dunia tentunya diperlukan stabilitas performa dan kebugaran fisik. Beberapa pemain mampu menembus beberapa kali putaran final Piala Dunia di beberapa edisi. Tentunya pemain ini memiliki tingkat konsistensi performa dan kebugaran yang bagus. Siapa saja pemain yang paling sering muncul di Piala Dunia berbagai edisi? Berikut ulasannya.

1. Pele (Brasil)

Legenda hidup Brasil ini memiliki prestasi yang mungkin mustahil untuk disamai oleh pemain lain dalam jangka waktu yang sangat lama. Ia merupakan satu-satunya pemain yang mampu menjuarai Piala Dunia Sebanyak tiga kali. Total penampilannya selama membela Brasil di ajang Piala Dunia sebanyak 12 kali. Ia membawa Brasil juara pada edisi Piala Dunia 1958 , 1962, dan 1970.

2.Pierre Littbarski (Jerman Barat)

Ia memulai perjalanan karirnya di Piala Dunia 1982, namun kala itu dia tidak bermain karena masih sangat muda. Namun setelah itu, dalam dua edisi Piala Dunia selanjutnya ia menjadi winger yang tak tergantikan. Ia mengantar Jerman Barat dua kali menjadi runner up Piala Dunia 1982 dan 1986. Dan membawa Jerman Barat menjadi juara dunia pada Piala Dunia edisi 1990.

3. Lothar Matthaus (Jerman Barat)

Matthaus merupakan rekan Littbarski pasa edisi Piala Dunia 1982. Keduanya kala itu tidak dimainkan karena faktor umur. Namun di dua Piala Dunia selanjutnya, defender ini berhasil tampil menawan untuk mengantarkan Jerman Barat menjadi Runner Up pada edisi Piala Dunia 1986 dan menjadi juara pada edisi Piala Dunia 1990.

Sejatinya pada putaran final 1994 dan 1998, namanya masuk ke dalam skuad Jerman kal itu. Namun Jerman harus terhenti di babak Perempat final.

4. Cafu

Pada Piala Dunia 1994, Cafu hanya menjadi pemain cadangan. Kala itu Brasil pun berhasil menjadi juara. Ia kemudian menjelma menjadi salah satu bek kanan terbaik dunia dengan berhasil membawa Brasil menuju babak final Piala Dunia 1998, namun sayang awal yang gemilang berakhir antiklimak. Brasil harus takluk oleh tuan rumah Prancis.

Pada edisi Piala Dunia 2002, cafu masih menjadi pilihan utama untuk posisi bek kanan sekaligus dipercaya menjadi kapten Selecao. Bersama dengan pemain-pemain generasi emas Brasil berhasil menjuarai Piala Dunia 2002.

Cafu pun masih menjadi kapten Brasil saat gelaran Piala Dunia tahun 2006, namun sayang Brasil terhempas di perempat final oleh Prancis.